WARTAINSPIRASI.COM, KAUR — Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Selasa (9/2/2021) dikabarkan bahwa banyak ikan disungai Way Hawang mati dan timbulnya bau yang tidak sedap di sore hari sampai ke pemukiman warga, sehingga menjadi keluhan oleh masyarakat Desa Way Hawang Kecamatan Maje Kabupaten Kaur.
Pada saat itu tokoh pemuda, Arizon Putrades, SH yang juga merupakan anggota Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menceritakan atas keprihatinannya kepada awak media melalui tertulis di WhatsApp.
Ia menduga indiksasi adanya pencemaran yang terjadi yang berasal dari limbah PT. Dua Putra Perkasa (PT. DPP) yang bergerak di bidang usaha tambak udang yang beroperasi di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur
“Saya lihat sendiri, ikan-ikan mati di sungai tersebut ,kami sebagai masyarakat desa sangat perihatin sekali, yang mana di duga Limbah yang berasal dari perusahaan tambak udang (PT. DPP) yang dibuang ke sungai yang kurang steril.
Dan kami berharap kepada instansi terkait dapat turun menyikapi dugaan pencemaran, apalagi sebagian besar masyarakat Way Hawang berprofesi sebagai nelayan yang menggantungkan hidup dari mencari ikan di sungai yang berada didekat muara tersebut.
Kami berharap instansi-instansi terkait dapat segera turun melihat kondisi riil di lapangan,” imbuh Ari.
Sementara Dinas Lingkungan Hidup melalui kepala bidang Penanganan pencegahan dan pencemaran lingkungan Elisa ST .MM pada
Pada Kamis (11/02/2021)saat di konfirmasi oleh media , terkait ada nya kabar tersebut dari dinas Lingkungan Hidup dalam hal ini yang di bidangi beliau ,akan sesegera turun ke TKP ,yang mana upaya yang akan di lakukan melihat situsai di lokasi.
Mengambil sample air atau limbah yang di maksud kan , karena kami baru tau bahwa ada informasi ada ikan yang banyak mati di area tambak yang di maksudkan , dan meskipun kepastian nya belum bisa kita ketahui lebih jelas. namun kita akan cek langsung nanti ke lokasi,” tegas Elisa. (Marjhon)







