GAWAT! Limbah PT PAMA Diduga Gerogoti Pondasi Terowongan Jalur Kereta Api di Lahat

Wartainspirasi.com — Kondisi infrastruktur transportasi di Kabupaten Lahat kini berada dalam status siaga satu.

Jalur vital yang menjadi urat nadi pengangkutan logistik dan mobilisasi penumpang di Sumatera Selatan tersebut terancam ambruk, menyusul temuan kerusakan ekstrem pada terowongan kereta api yang melintasi Sungai Pait, Desa Gunung Kembang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, struktur bawah terowongan tidak lagi berpijak pada tanah yang solid.

Pondasi tersebut tampak “tergantung” dengan besi-besi cor yang mencuat keluar akibat hantaman arus sungai dan degradasi lingkungan yang agresif.

Kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pertambangan di wilayah hulu. Aliran limbah batu bara dari aktivitas operasional PT PAMA yang merupakan subkontraktor dari PT Bukit Asam (PT BA) disinyalir telah menyebabkan pendangkalan sungai secara masif.

Akibat pendangkalan tersebut, pola arus air berubah menjadi lebih destruktif. Arus secara konsisten mengikis dinding penahan tanah serta pondasi utama terowongan.

Dampak lingkungan ini tidak hanya mengancam aset negara, tetapi juga merambah ke lahan perkebunan milik warga sekitar yang ikut tergerus dan tertimbun material limbah.

Mur, salah satu pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan area rel kereta api, mengungkapkan kekhawatiran mendalam saat melihat lubang besar di bawah pondasi terowongan yang kian hari kian menipis.

“Kondisinya sangat ngeri. Kami takut jika dibiarkan terus, terowongan ini bisa ambruk saat kereta melintas. Kami sangat berharap pihak PT KAI segera turun ke lokasi untuk melihat langsung dan melakukan perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Mur dengan nada cemas saat dibincangi pada Sabtu (30/5).

Kekhawatiran serupa juga menyelimuti masyarakat luas, terutama para pelanggan setia jasa transportasi kereta api.

Jerry (38), warga Kabupaten Lahat yang rutin menggunakan kereta api untuk bepergian ke Kota Palembang, menilai membiarkan kereta tetap melintas di atas pondasi yang keropos adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan publik.

“Apabila tidak segera diperbaiki, risiko kecelakaan besar seperti kereta anjlok atau terowongan runtuh sangat mungkin terjadi. PT KAI harus bertindak tegas dan melakukan audit investigasi untuk memastikan apakah kerusakan ini murni faktor alam atau dampak langsung dari operasional tambang di sekitarnya,” cetus Jerry.

Ancaman ambruknya jalur kereta api ini memerlukan penanganan yang cepat dan transparan dari pihak-pihak terkait demi menjamin keselamatan publik dan kelancaran logistik daerah.

Namun terpisah, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Bukit Asam (PT BA) maupun PT PAMA masih memilih untuk bungkam.

Kedua perusahaan belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi terkait dugaan kerusakan lingkungan dan infrastruktur yang disebabkan oleh limbah aktivitas penambangan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *