Petani di Bangli Minta Keberlanjutan Proyek Irigasi Sambung Sampai Tuntas

Wartainspirasi.com — Sebanyak sembilan titik proyek rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi (DI) melalui Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2025 di Kabupaten Bangli, akhirnya rampung, dan sudah difungsikan untuk menjaga ketersediaan air pertanian.

Keberadaan infrastruktur itu memberikan dampak langsung bagi para petani melalui peningkatan keandalan pasokan air serta mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pekerjaan saluran irigasi sekunder & primer  sepanjang 7.635 meter itu dibangun di Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel dan Apuan. Dimana untuk seluruh pekerjaan saat ini memasuki masa pemeliharaan.

Dengan telah difungsikannya jaringan irigasi tersebut maka distribusi utama air bagi kawasan pertanian setempat menjadi lebih terukur dan merata.

Dari pantauan langsung di Subak Tampuagan, Kecamatan Tembuku, pada Jumat (15/5) lalu, saluran air irigasi sudah mengalir cukup deras. Bahkan telah beroperasi dan dimanfaatkan oleh petani.

Mainkon atau penyedia jasa  mengatakan, kendati sudah selesai ada beberapa titik pekerjaan yang masih perlu diperbaiki atau aci, yaitu merapikan beton yang saat pertama dicor tergerus longsor dan banjir.

“Ada perbaikan sedikit dikit dan masih menunggu moment yang tepat, nanti setelah masa pengolahan tanah dan tanam agar aktivitas petani tidak terganggu,” katanya.

Menurut Mainkon atau penyedia jasa hal itu perlu karena saat ini petani sedang membutuhkan air untuk persawahannya. Para petani juga berharap untuk keberlanjutan infrastruktur irigasi tersambung sampai tuntas, sehingga mampu mengurangi resiko kekurangan air pada musim tanam.

“Petani minta proyek ini bisa dilanjut sampai hilir, karena masih banyak saluran irigasi lain yang perlu mendapatkan perbaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara di lokasi lain, Subak Bekutel, Kecamatan Susut, para petani mengaku senang dengan proyek irigasi yang telah selesai serta kondisi airnya lancar. Dengan memperkuat sistem pengelolaan irigasi yang handal maka akan memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan, sekaligus mendorong peningkatan intensitas tanam dan hasil panen.

“Sekarang air sudah lancar malah lebih banyak yang dapat, bahkan yang dulunya di ujung itu sulit dapat air sekarang tidak,” ujar Kelian Subak Bekutel, Made Ganti kepada media ini.

Sebelum ada perbaikan, fluktuasi debit air di Subak ini sangat sedikit, bahkan banyak yang terbuang akibat air tersumbat dan menggenang. Setelah dilakukan perbaikan area itu kini terlihat rapi dan air mengalir lancar. Hanya saja untuk beberapa titik masih ditemukan ada air yang merembes dari saluran.

“Ada beberapa titik merembes di bawah sambungan. Ini masih nunggu 2 – 3 bulan setelah masa olah tanah dan tanam, itu saluran akan ditutup dan yang bocor dibenahi kembali,” jelasnya.

Selaku Kelian Subak Bekutel, Ganti menyampaikan terimakasih. Untuk jumlah keseluruhan anggota subak sebanyak 156 penggarap. Dan yang saat ini merasakan saluran air 15 penggarap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *