Pewarta:Yudi Hariansyah
Wartainspirasi.com, Lebong- Petani adalah salah satu penyangga perekonomian negara Indonesia,dengan semua bentuk pertanian, bahkan bidang pertanian yang ada di Indonesia adalah salah satu incaran para penjajah pada jaman dahulu untuk datang ke Indonesia.
Tepatnya hari ini,(05/11/2020) para petani di desa tik-kuto,kecamatan rimbo pengadang, kabupaten lebong.
Mengeluh dengan hasil panen yang kurang, di tambah lagi dengan harga panen yang murah apalagi di jaman pendemi covid-19 ini yang semuanya susah tidak memilih walaupun itu petani yang ada di pelosok negeri.
Di konfirmasi dari salah satu petani, Nasution.
“Kami sekarang serba susah, hasil panen kurang harga tak sebanding apalagi di sini mayoritas petani kopi yang panennya 1 tahun sekali, dan tidak ada penghasilan harian,mingguan,bahkan bulanan menjadi bingung mau bagaimana untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.
Lebih lanjut lagi Nasution mengatakan.
“Kami sangat berharap ada dukungan para pemerintah untuk para petani kopi, kususnya di desa tik-kuto karena di sini tidak ada penghasilan lain selain bertani kopi sejak dulu, sudah hampir 20 tahun saya disini belum ada satupun bantuan pemerintah untuk meningkatkan komoditas petani kopi, entah belum ada atau memang belum tersentuh ke kami”-ungkapnya.
Memang di lihat dari gaya hidup serta beban hidup, masyarakat desa tik-kuto,kecamatan rimbo pengadang ini kurang tersentuh dengan program pemerintah secara langsung, apalagi desa ini tepat di perbatasan antara kabupaten Lebong-rejang lebong, yang sudah jadi rahasia umum masyarakat perbatasan menjadi masyarakat yang kurang tersentuh.












