Wartainspirasi.com, Minsel — Kejadian bencana alam yang menimpah warga Minahasa Selatan khususnya di beberapa kelurahan yang ada di Amurang mulai menjadi sorotan warga, pasalnya semenjak kejadian yang diperkirakan pada jam 13.00 sampai malam hari tidak terlihat pantauan dari Bupati dan Wakil Bupati Minsel FDW-PYR.
Sebagai pemimpin daerah masyarakat sangat berharap perhatian khusus dari kedua pemimpin tersebut agar bisa melihat langsung langkah-langkah atau kebijakan apa yang akan diambil untuk penangan pengungsi.
Menurut Bapak Marten Warga Amurang kepada wartawan media ini pada Rabu 15/06/2022 mengatakan keprihatinannya terkait tidak ada respon dari pada kedua pemimpin daerah ini, pasalnya yang terlihat hanya Sekda yang memantau sampai malam hari.
“Memang benar Sekda mewakili Bupati dan Wabup tapi kebijakan yang paling cepat apabila kedua pemimpin tersebut ada dilokasi dan langsung menindaklanjuti kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan tersebut”
Kadis Kominfo Minsel Royke Mandey saat dikonfirmasi Rabu 15/06/2022 membenarkan bahwa Bupati dan Wabup tidak ada di tempat, karena mereka sedang melakukan tugas luar daerah.
“Bencana alam ini kan tidak direncanakan sehingga pada tadi pagi Bupati dan Wabup bertolak ke Jakarta dalam rangka mengfollup proposal-proposal di beberapa kementrian, selain itu ada proposal lain yang di bawa”
Mandey juga menambahkan bahwa dengan adanya bencana alam yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan Bupati FDW langsung memerintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk segera membuat proposalnya yang nantinya akan diteruskan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
“Ia informasi bahwa BNPB sudah merespon proposal dari BPBD Minahasa Selatan dan sudah ada komunikasi terkait bencana yang ada di Amurang Minahasa Selatan.
Untuk penanganannya sudah didelegasikan Bupati kepada Sekretaris Daerah Ibu Glady Kawatu dan Untuk kedatangan belum terkonfirmasi,” tutup Mandey. /Onal Mamoto













