Apa Kabar Rincian Anggaran Penanganan Covid – 19 Rp. 44,7 M di Bengkulu Selatan..?

Bengkulu Selatan230 Dilihat

Editor : Tim Redaksi

Wartainspirasi.com, BS – Terakhir beberapa bulan yang lalu melakukan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bengkulu Selatan Terkait penanganan, pencegahan dan antisipasi pandemi Covid – 19 di Bengkulu Selatan. Ditetapkan anggaran sebesar Rp. 44. 730.362.400 untuk penanganan Covid -19 di Bengkulu Selatan. Dana bersumber dari DAU, DAK fisik dan non fisik serta BTT,namun Anggaran Rp.44,7 M tersebut belum bisa dirasakan maksimal oleh masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan.

Terbukti banyaknya Desa di Kabupaten Bengkulu Selatan justru masih menggunakan Dana Desa untuk penanganan covid-19 di pedesaan. Misalnya membeli handsanitizer,galon tempat air cuci tangan dan masker.Padahal uang daerah yang katanya Rp.44,7 M tersebut di peruntukan untuk penanganan covid-19 di Bengkulu Selatan.

Sementara itu Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi SE MM mengatakan “anggaran untuk penanganan Covid -19 dengan jumlah sebesar Rp.44,7 miliar lebih, dan anggaran tersebut di peruntukan pembangunan Rumah Sakit khusus Covid -19, persediaan pangan, masker, pembelian alat kesehatan, logistik hingga insentif untuk tenaga medis dan petugas gugus tugas.

“Ya, sudah final kita refocusing anggaran untuk penanganan Covid -19 dengan jumlah sebesar Rp.44,7 miliar lebih. Peruntukannya diantaranya yakni untuk pembangunan rumah sakit khusus Covid -19, persediaan pangan, pembelian alat kesehatan, logistik hingga insentif untuk tenaga medis dan petugas gugus tugas. Dan sejumlah pembiayaan lainnya yang berhubungan dengan penanganan Covid -19,” kata Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, Rabu (8/4/2020) sebagaimana di kutip dari rilis Media Center Humas Pemkab BS beberapa bulan yang lalu.

Ditambahkan Gusnan, adapun dana tersebut akan dialokasikan kepada 5 OPD teknis yang menangani Covid -19. Yakni untuk BPBD sebesar Rp.11.056.000.000, Dinas Kesehatan sebesar Rp. 33.171.962.400. Kemudian untuk Dinas Sosial sebesar Rp. 50.000.000. Lalu Dinas Ketahanan Pangan sebesar Rp. 350.000.000 dan Dinas Kominfo sebesar Rp. 102.400.000.

Namun patut di sayangkan faktanya saat ini Pansus covid-19 DPRD BS justru menemukan adanya kejanggalan contohnya pengadaan masker Rp.1,2 M di BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan yang justru menjadi temuan Pansus beberapa waktu yang lalu.

Menurut keterangan Pansus, masih ada desa yang tidak mendapat jatah masker tersebut. Desa yang tidak mendapatkan jatah bantuan masker, disebutkan yakni Desa Lubuk Tapi Kecamatan Ulu Manna, padahal perhitungan Gugus Tugas, jumlah 130 ribu masker tersebut harusnya sudah mengakomodir seluruh masyarakat yang ada di Bengkulu Selatan.

“Dari sebanyak 130 ribu buah masker itu, saya rasa cukup untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di Bengkulu Selatan. Ini malah ada desa yang tidak kebagian,” kata Siptin Gunawan, ketua pansus Covid-19.

“Kami minta semua tentang pengadaan masker ini diperjelas baik itu biaya dan pendistribusian ke warga, sebab dianggarkan untuk masker ini sangat fantastis,” jelas Siptin lagi.Diketahui, dari temuan Pansus Covid-19, ada dua kali pemesanan masker dengan selisih harga mencapai Rp 3500, pada pemesanan pertama, sebanyak 30 ribu lembar, dihargai Rp 6000 perlembar dan pemesanan kedua sebanyak 100 ribu masker dihargai Rp 9500.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi berharap sesuai tupoksi masing – masing dana yang dialokasikan dibelanjakan untuk sejumlah keperluan dalam penanganan Covid -19. “Kita ingin sesuai tupoksi masing – masing dana yang dialokasikan dibelanjakan untuk sejumlah keperluan dalam penanganan Covid -19 harus benar-benar bermanfaat bagi penanganan wabah ini,”demikian gusnan.