DPRD dan Dinas PUPR Kaur Janji Tuntaskan Krisis Air di Desa Bangun Jiwa

Wartainspirasi.com – Krisis air bersih yang berkepanjangan di Desa Bangun Jiwa, Kecamatan Luas, akhirnya mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif dan eksekutif Kabupaten Kaur.

Menanggapi jeritan warga, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kaur, Herdian Sapta Nugraha, S.H., menerima langsung audiensi dari Pemerintah Desa (Pemdes) dan tokoh masyarakat setempat pada Selasa lalu.

Pertemuan yang berlangsung kondusif di gedung DPRD ini menjadi wadah bagi warga untuk menumpahkan keluh kesah terkait putusnya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Kepala Desa Bangun Jiwa, Masdin, mengungkapkan bahwa persoalan ini bukanlah barang baru bagi warganya.

Kendala distribusi air PDAM sebenarnya sudah dirasakan masyarakat sejak tiga tahun terakhir.

Namun, kondisi tersebut mencapai titik terparah dalam enam bulan belakangan ini.

“Enam bulan terakhir ini air PDAM benar-benar mati total dan tidak mengalir sama sekali ke rumah warga,” ujar Masdin di hadapan pimpinan DPRD dan perwakilan Dinas PUPR.

Akibat macetnya fasilitas dari pemerintah tersebut, warga terpaksa bertahan hidup dengan segala keterbatasan.

Untuk memenuhi kebutuhan krusial sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak, masyarakat terpaksa bergantung pada:

  • Air tadah hujan

  • Sumur gali seadanya

  • Aliran Sungai Luas

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan berisiko memicu masalah kesehatan, terlebih saat musim kemarau tiba di mana sumber air alternatif tersebut ikut menyusut drastis.

Merespons keluhan mendesak tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kaur langsung memberikan penjelasan teknis.

Melalui Kasi UPTD PDAM, Dwi Puspitasari, S.T., pihak dinas menyatakan bahwa tim dari Bidang Cipta Karya akan segera diturunkan ke lapangan.

Tim teknis tersebut dijadwalkan langsung menelusuri jalur pipa untuk mencari penyebab pasti macetnya pasokan air ke Desa Bangun Jiwa.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kaur, Lindartawan, S.T., berkomitmen untuk melaporkan hasil temuan kendala teknis tersebut paling lambat akhir bulan ini.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kaur, Herdian Sapta Nugraha, S.H., menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat penderitaan warga.

Ia memastikan DPRD akan mengawal penuh persoalan ini hingga ditemukan solusi yang konkret dan permanen.

“Ini soal hajat hidup orang banyak. Kami akan pastikan pasokan air ke rumah warga kembali normal. Dinas terkait harus bergerak cepat,” tegas Herdian dengan nada optimis saat memimpin pertemuan.

Pertemuan penting ini juga turut dihadiri oleh Sekretaris Desa, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat Desa Bangun Jiwa, serta jajaran staf Dinas PUPR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *