Penulis : Deri Zulian
Wartainspirasi.com, Lahat – Ratusan Emak Emak Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat (provinsi Sumatera) melakukan Blokade Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) sejak pukul 18:00. Wib senin (28/9) hingga, selasa, (29/9/2020).
Berdasarkan pantauwan, aksi tersebut di ternggarai karena setiap harinya jalan lintas tersebut dilewati oleh ratusan Tronton mobil bermuatan Baru Bara dari lokasi tambang ke Stock file dan setasiun Banjarsari dan arahan.
Menurut Farida (45) sala satu warga Desa setempat aktivitas angkutan Batu Bara ini hanya memberikan dampak debu dan tidak ada sama sekali nilai positif bagi masyarakat yang di lalui mobil Batubara tersebut.
” Sudah 12 Tahun kami pak, menghirup Debu Batu Bara, belum ada bantuan kompensasi dari perusahaan batu bara, bahkan rumah kami selalu kotor setiap hari, berkali kali menyapu ngepel lantai bersihkan debu batubara yang menempel, di tambah pula kesehatan kami terganggu selalu bersin dan sesak nafas karena setiap harinya menghirup Debu Batu Bara” ujar Maya di dampingi ratusan emak emak lainya.
Sementara pak M.Taufik (50) salah satu warga desa setempat juga menerangkan menurutnya Desa Gunung Gembang belum pernah mendapatkan kompensasi debu dari beberapa perusahaan batu bara yang melintasi jalan lintas di Desanya.
“Desa kami belum pernah mendapatkan kompensasi debu. Sementara desa lain seperti telatang, muara maung selalu dapat” Ujarnya
Emak Emak desa setempat masih terus akan melakukan aksinya hingga Bupati Lahat Cik Ujang bisa turun ke lokasi untuk mengakomodir seluruh aspirasi nya.
“Kami belum ka bubarkan diri ( kami tidak akan bubarkan diri), sebelum Bupati Lahat Cik Ujang menemui kami kesini untuk mengakomodir semua keluhan kami” Ujarnya dengan logat berbahasa Lahat.
Hingga berita ini di turunkan masih berusaha meminta keterangan dari berbagai sumber termasuk beberapa perusahaan batu bara yang beroperasi di wilayah Merapi Area dan Instansi terkait. Tampak puluhan anggota Satlantas polres lahat dipimpin oleh Wakapolres Lahat Kompol. Budi Santoso.Sik mengurai kemacetan.







