Ada Apa?, Puluhan Paket Proyek di Kabupaten Muara Enim di Tender Ulang

Muara Enim301 Dilihat

Penulis : Sahri Andi

Wartainspirasi.com, Muara Enim — Fenomena tender ulang sekitar kurang lebih 20 paket proyek yang tidak biasa di Pemerintah Kabupaten Muara Enim Provinsi sumatera Selatan, hal ini tentunya mengundang perbincangan berbagai kalangan masyarakat. Yang menimbulkan berbagai macam opini hingga dugaan, dugaan suap yang terjadi ketika ingin mendapatkan proyek tentunya bukan menjadi rahasia umum.

Birokrasi yang bobrok, suap menyuap, stor sana stor sini, sering terjadi dikalangan mafia proyek hal ini tentunya memberikan dampak negatif bagi masyarakat maupun kontraktor. Terkait permasalahan tersebut awak media mengkonfirmasi pihak ULP Pemkab Muara Enim Zainuddin Dentjik, ST, M.Si selaku  Ksb Pembinaan dan Akomodasi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim.

Saat dibincangi diruang kerjanya pada hari Senin (24/8/2020), Zainuddin mengatakan terkait adanya peraturan baru banyak berkas peserta yang gagal apalagi merujuk Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia.

“Saat ini kan ada peraturan baru otomatis syarat lelang pun mengikuti aturan baru, sedangkan peserta lelang masih mengikuti aturan lama jadi berkas mereka gagal apalagi ada Permen PUPR Nomor 14 kan banyak aturan baru disana, ada yang dipermudah ada yang ditambah. Mereka yang mengikuti acuan/aturan yang lama kita gugurkan jika tidak mengikuti aturan yang baru,” ungkap Zainuddin Dentjik, ST, M.Si.

Ketua Gapensi Kabupaten Muara Enim juga menyampaikan tanggapan saat dihubungi via telpon terkait hal ulang yang sedang hangat diperbincangkan saat ini. Menandakan kurangnya koordinasi alias tidak berjalan, pihak Asosiasi dari awal sudah koordinasi dengan pihak Pemkab Muara Enim.

“Ini menandakan tidak atau kurang jalannya koordinasi kami pihak Asosiasi dari awal telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Muara Enim, kalau yang dilelang itu misalkan ada 80 yang di ulang itu 100 itu harapannya karena apa ya itu sekalian Muara Enim menunjukkan kualitasnya,” jelas Imam selaku Ketua Organisasi Gapensi Muara Enim.

Ditempat terpisah kontaktor senior H. Suhair juga menyampaikan pandangannya, tender ulang yang terjadi di Pemkab Muara Enim sangat merugikan pihak kontraktor, diduga pihak panitia tidak transparan atas banyaknya tender ulang tersebut.

” Tender ulang di ULP Kabupaten Muara Enim sangat merugikan kontraktor, panitia tidak transparan atas tender ulang tersebut,” tegas beliau.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *