FSPMI Batam- Kepri Melakukan Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur dan Gedung Graha KEPRI,kantor DPRD Kota Batam.

Kepri-Batam292 Dilihat

Pewarta: Aris Gea

Wartainspirasi.com, Batam-Kepri- Federasi Serikat pekerja Mental Indonesia (FSPMI) Batam- Kepri pada tanggal(25/08/20) melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kepri dan DPRD Provinsi di Gedung Graha KEPRI.

Serikat buruh FSPMI mengadakan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kepri dan DPRD provinsi di gedung Graha KEPRI. Selasa, (25/08/20) Dalam suana unjuk rasa tersebut cuaca tidak bersahabat dan di guyur dengan hujan deras, namun semangat para Pendemo dari serikat buruh FSPMI tidak membuat mereka mundur dan patah semangat dalam memperjuangkan haknya, di kantor Gubernur Kepri dan DPRD provinsi di Gedung Graha KEPRI Batam.

Dalam Orasinya mereka menyampaikan beberapa tuntutan, Yakni : tolak Omnibuslaw/RUU cipta kerja, Stop PHK massal dampak covid-19, Kembalikan insentif driver dan tolak program berkat.
Dalam aksi tersebut, di kawal ketat oleh Aparat kepolisian Polresta bareng, di mana aksi tersebut berjalan amanah dan tertib, para pengunjung aksi selalu menjaga dan menahan diri dalam menyampaikan Aspirasi mereka di depan kantor Gubernur Kepri dan kantor DPRD provinsi di gedung Graha KEPRI Batam.

Dalam kesempatan itu salah seorang anggota DPRD provinsi KEPRI menaiki mobil komando FSPMI dalam menerima dan mendengarkan Anspirasi para pengunjung rasa dari serikat FSPMI serta menerima petisi yg di serahkan oleh perwakilan para pendemo dari serikat FSPMI kepada anggota DPRD provinsi Kepri di depan gedung Graha Kepri Batam.
Dan juga salah seorang wakil dari pemerintah setempat Menerima kedatangan para pendemo dari serikat FSPMI  dan mempersilahkan mereka untuk duduk bersama di ruangan Gubernur Kepri dan kantor DPRD provinsi di Gedung Graha KEPRI Batam. Selasa,(25/08/20)

Salah seorang dari perwakilan serikat FSPMI  minta kepada perwakilan Anggota DPRD provinsi dan perwakilan dari Pemerintah supaya apa yg menjadi Anspirasi kami sebagai Buruh supaya di dengar oleh Pemerintah dan DPR  jerita kami sebagai buruh, Katanya.

Editor : Yustinus Buulolo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *