Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Tiusa, Memaknai Semangat Kemerdekaan

Aceh Singkil216 Dilihat

Penulis : Deni Meliala

Wartainspirasi.com, Aceh Singkil — Tingginya kasus virus corona di Indonesia khususnya Aceh Singkil,tidak menyurutkan semangat para anggota pramuka dan aktivis pecinta alam di Pulau Banyak Barat untuk berkegiatan di alam bebas(out door) misalnya,rencana upacara kemerdekaan dan pengibaran pusaka merah putih di ketinggian puncak gunung tiusa, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.(17/08/2020).

Para anggota pramuka dan komunitas pecinta alam mengintensifkan kegiatan di alam bebas(out door) dengan standart kesehatan.

Kegiatan semarak kemerdekaan dengan mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung tiusa, digelar pada hari Senin (17/08/2020).

Puluhan anggota pramuka dan aktivis pencinta alam yang tergabung dalam beberapa komunitas pecinta alam pulau banyak barat merencanakan pendakian melalui jalur kuno Desa Asantola, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.

Digelarnya upacara di puncak gunung tiusa ini di tujukan untuk mengajak pemuda-pemudi memaknai lebih dalam nasionalisme dan ideologi pancasila.

“Dengan tetap menjalankan anjuran pemerintah wajib mentaati protokol kesehatan yang berlaku demi keselamatan dan kesehatan bersama.tujuan kami,sama-sama membangun pola pikir pemuda-pemudi yang memiliki jiwa nasionalisme,patriotisme serta ideologi pancasila yang kokoh,”kata herlin.

pelaksanaan upacara dan pengibaran bendera merah putih di puncak gunung tiusa rupanya memiliki penghayatan dan makna tersendiri di kalangan para pendaki.Hal ini dirasakan oleh yuri arfa,seorang pegiat aktivis out door.Bagi yuri,Aktivitas pendakian untuk merayakan Kemerdekaan RI di sebut mengenal jati diri,mengontrol ego,mental ideologi,membangun karakter dan relasi.

“Bukan istilah menakhlukkan,tapi mengkhidmati cita-cita luhur apapun latar belakang kita dan pendaki lain supaya tidak mudah goyah,jiwa-jiwa nasionalisme terbangun kembali.

Ketika sudah mengenal,terkait alam,saya yakin secara tidak langsung akan menjaga alam bukan hanya untuk diri sendiri tapi bangsa,” kata yuri.

Meski demikian,pria yang tergabung dalam komunitas pecinta alam ini meminta para pendaki untuk saling guyup rukun.terutama pendaki pemula yang mulai mengikuti atau menyemarakkan HUT RI Ke-75 di puncak Gunung Tiusa.yuri meminta para calon pendaki untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai persiapan,pengetahuan jalur,dan aturan keamanan naik gunung lainnya.

“(Pendaki pemula)masa mendidih pencarian jati diri juga harus di imbangi dengan sharing dengan yang berpengalaman,belajar berkarya,bergerak bersama,” kata Yuri.

“Implementasi dari berbagi SOP protokol kesehatan dan kebersihan perlu di patuhi,”tutup Herlin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *